Tidur adalah salah satu kebutuhan penting bagi setiap orang. Selain sebagai jam istirahat, tidur memberikan ruang kepada tubuh untuk rehat sejenak dari beragam aktivitas yang mendera.

Pentingnya tidur sudah dikenal banyak orang sejak lama, bahkan dengan tidur seseorang akan lebih memiliki kesehatan yang baik dengan minimal melakukan 7 hingga 8 jam tidur setiap malam.

Pola tidur sangatlah penting karena apabila tidur kurang dari waktu yang sudah ditentukan oleh para peneliti dan ketentuan akan berpengaruh pada kesehatan salah satunya adalah dapat mempengaruhi pola serta kinerja otak manusia.

Otak adalah pusat dari pemikiran dan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Apabila pola atau kerja otak terganggu, maka dapat dipastikan beragam aktivitas yang kita lakukan tidak akan mulus malah dan akan membuat pengaruh buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara kurangnya jam tidur dengan mengecilnya volume atau ukuran otak.

Penelitian yang dilakukan dalam jangka waktu 3,5 tahun, para peneliti yang berasal dari daratan Eropa memantau 147 orang dewasa yang terlibat dalam penelitian ini. Usia dari responden cukup variatif, berkisar dari 20 hingga 84 tahun.

Para responden tersebut menjalani scan MRI sebanyak dua kali. Pertama, scan MRI dilakukan sebelum para responden tersebut mengisi kuisioner yang berkaitan dengan kebiasaan tidur mereka. Selanjutnya, scan MRI yang kedua dilakukan setelah 3,5 tahun kemudian.

Berdasarkan dua scan MRI itu, para peneliti memeriksa hubungan antara masalah tidur seperti insomnia dengan volume otak dari para responden. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 35 persen dari responden memiliki kriteria tidur yang kurang dan tidak sehat.

Dari 35 persen responden yang memiliki gangguan tidur itu ditemukan adanya penurunan volume maupun otak yang cepat, dibandingkan dengan responden lain yang memiliki waktu tidur yang cukup. Hasil tersebut semakin terlihat signifikan terhadap partisipan yang berusia di atas 60 tahun.

Kekurangan tidur memang memiliki dampak buruk bagi kesehatan, bahkan kurang tidur dapat menyebabkan kelainan pada otak seperti Alzhaimer dan demensia. Karenanya, jika Anda kekurangan tidur dapat menyebabkan menurunnya ingatan, maka ukuran dari otak itu sendiri juga akan terpengaruh.

Penelitian yang diwakili oleh Dr. Neal Maru menyatakan dalam kesempatan bahwa kekurangan tidur dapat menyebabkan berbagai masalah, yang umumnya masalah tidur ini sudah diketahui sejak lama oleh orang itu sendiri.

Tidak hanya itu, kurang tidur dari 7-8 jam dapat menyebabkan obesitas pada remaja. Hal ini terjadi karena remaja yang kurang tidur dari 7-8 jam per hari cenderung nafsu makan mereka tidak terkontrol, sehingga akan mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Dengan mengetahui bahayanya dari kekurangan tidur, mulailah menjalani pola tidur yang produktif dengan rentang waktu antara 7 hingga 8 jam. Agar lebih sehat, gunakan selalu kasur kesehatan terbaik dari American Pillo agar manfaat sehat dari tidur bisa Anda dapatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Menu