Pelajaran dari Masa Pandemi

Masa karantina COVID 19 menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi kita semua. Banyak aktivitas yang harus disesuaikan dengan protokol kesehatan baru yang diterapkan oleh pemerintah, menjadikan beberapa sektor melakukan perubahan dratis terhadap kegiatan rutin mereka. Bisnis ditutup sementara, sekolah diliburkan sampai dengan diberlakukannya jam malam.

Berikut beberapa kebiasaan baru yang lahir selama adaptasi di masa karantina:

 

1. Cuci Tangan

Cuci tangan menjadi kebiasaan yang sangat vital selama masa karantina. Masyarakat dianjurkan untuk mencuci tangan tidak hanya sebelum makan, tetapi setelah menyentuh gagang pintu, berkendara dengan transportasi umum dan banyak lagi. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi virus yang dapat menempel pada benda-benda yang disentuh banyak orang.

Terlepas dari mencegah persebaran virus, cuci tangan memang sangat dianjurkan. Telapak tangan adalah salah satu bagian tubuh tempat berkumpulnya kuman, debu dan kotoran yang dapat menyebabkan datangnya penyakit.

2. Remote Working

Salah satu perubahan besar semenjak datangnya pandemik adalah Working from Home atau bekerja di rumah saja. Banyak kantor yang menerapkan cara ini untuk mencegah penularan virus di tempat kerja.

Diawal penerapan working from home, banyak masyarakat yang harus beradaptasi dengan ritme baru dan kenyataan bahwa bekerja dari rumah tidak semudah yang banyak orang pikirkan. Tantangan terbesar adalah bagaimana mengatur waktu dan berkonsentrasi untuk bekerja dengan situasi rumah yang berbeda dengan situasi di kantor.

Setelah PSBB resmi berakhir di beberapa kota, beberapa perusahaan kembali beraktivitas di kantor seperti sediakala. Tetapi banyak juga perusahaan yang meneruskan work from home karena memiliki banyak keuntungan, diantaranya adalah berkurangnya waktu yang dihabiskan di jalan, meminimalisir biaya perawatan kantor dan mencegah gelombang kedua dari pandemi.

3. Vitamin D

Siapa yang mulai berjemur pagi selama masa karantina? Kegiatan berjemur pagi, saat matahari masih hangat, menjadi sangat popular selama 3 bulan terakhir. Selain menjaga kebersihan, memelihara kekebalan imun juga sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi dari virus, salah satunya adalah dengan mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

Disarankan untuk berjemur selama 10-15 menit dipagi hari untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sinar matahari. Tidak lupa juga menggunakan topi dan tabir surya agar kulit anda tidak terbakar matahari.

4. Gotong Royong

COVID-19 membawa banyak perubahan dengan cepat dalam kehidupan masyarakat. Perubahan yang paling terasa menyerang sektor perekonomian dan kesehatan, dimana 2 sektor ini harus beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru di masa pandemi.

Disaat itu, masyarakat bahu membahu untuk berkontribusi dalam membantu satu sama lain. Berbagai penggalangan dana muncul untuk membantu membeli APD untuk tenaga medis, distribusi masker ke masyarakat yang kurang beruntung, sampai berbagi makan siang untuk para ojek online yang masih harus bekerja selama pandemi. Masa tersebut membuktikan bahwa gotong royong adalah salah satu kebiasaan yang sangat melekat dengan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Menu